Tonytaufik Punya Kreasi

Penetas Telur Otomatis

BILA SEBUTIR TELUR MEMBUTUHKAN SUHU 37° C AGAR DAPAT MENETAS, BERAPAKAH SUHU YANG DIPERLUKAN JIKA ADA 2000 TELUR? APAKAH 2000 x 37°? ATAUKAH TETAP SAJA PADA 37°C?

.

Halaman ini mengenai penetas telur dengan alat kontrol suhu otomatis.

Namun demikian alat ini bisa saja dimanfaatkan untuk aplikasi yang lain selama masih ada hubungan dengan suhu (panas) udara. Misal untuk inkubator bayi, penghangat ruangan, dsb.

.

Komponen utama (lihat di diagramnya masing2): thermistor, resistor, ic, diode, trimpot, relay, led, pcb.

Komponen tambahan: fan untuk harddisk (kecil tapi kencang; sebelah kiri dari gambar paling kanan dibawah. Yang besar untuk sirkulasi udara didalam inkub), power supply/adaptor.

Komponen paling utamanya adalah thermistor, barang langka yang tidak setiap toko elektronik menyediakannya. Hal ini terjadi karena thermistor ini amat sangat jarang dibeli! Sesuai dengan hukum dagang: barang yang lakulah yang banyak. Di kota saya, Bogor, setiap toko elektronik yang saya ketahui tidak sedia. Searching di Internet, cari toko elektronik online juga tidak sedia. Selain thermistor, ic LM339 dan LM311 juga tidak ada (kecuali LM741 banyak, karena umumnya dipakai sebagai preamp/tone control)! Yah mau tidak mau harus ke Jakarta!

Harganya lumayan, @ Rp. 17.500 ( belum termasuk ongkos pulang-pergi), yang setelah “diubek-ubek” hanya ada 2 toko di Glodok yang menyediakannya (dari beberapa puluh toko komponen elektronik disana!). Itupun tidak sedia banyak, hanya beberapa buah! Toko OK Elektronik, toko yang sudah puluhan tahun disana, hanya punya thermistor 10K @ Rp 25.000, padahal saya perlu yang ukuran 20K atau 50K (10K terlalu sensitif)! Jadi memang thermistor ini benar-benar komponen yang amat sangat langka dan juga mahal!! (17.500 + 50.000 (ongkos) = 67.500). Namun karena butuh, apa boleh buat. . . . .

Dibawah ini ada 4 buah rangkaian elektronik, yang komponen2 nya mudah didapat (selain thermistor tentunya). Dari yang paling mudah hingga yang agak “ramai”; semuanya sudah saya coba dan hasilnya adalah:

1.

Ini adalah rangkaian yang paling sederhana dengan hanya 3 komponen: thermistor, mosfet (IRF510/IRF630) dan 10K potensiometer. Hasilnya: bila melebihi suhu yang diinginkan maka fan akan menyala. Pengaturan suhu hanya dengan memutar POT kekiri atau kekanan. Biaya sekitar 30 ribuan (tidak termasuk PS+fan). Lebih cocok untuk mendinginkan power amplifier.

2.

http://karisimby.wordpress.com/2009/08/09/craig’s-thermostat-circuits/

Relay akan hidup bila suhu melebihi yang diinginkan. Relay ini  dihubungkan ke fan juga, agar udara didalam disedot keluar sehingga suhu turun. Biaya sekitar 50 ribuan (tidak termasuk PS+fan).

Box yang dipergunakan masih yang lama. Fan ditempatkan di lubang ventilasi, sehingga tidak perlu lagi buka-tutup. Ketika suhu mencapai 38° C relay hidup dan fanpun hidup. Lamanya relay (fan) hidup diatur di VR2 (hysteresis= perbandingan suhu tertinggi dengan terendah. Perbedaan hanya berkisar 0.5°-1°). VR1 mengatur tinggi rendahnya suhu yang ingin dicapai. Setelah menggunakan rangkaian ini saya sudah tidak perlu lagi hidup-matikan lampu tambahan. Dengan lampu 30w (25+5) siang hari, ventilasi tertutup, suhu tetap konstan di 37.8° C (100° F). Bolak balik telur hanya 2x, pagi dan malam. Kalau dengan 25w saja suhu hanya 36° C. Bila malam, apalagi habis turun hujan,  lampu 35w (25+5+5). Bila kelupaan mematikan salah satunya ketika sudah siang, suhu tetap saja konstan, hanya relay jadi sering cetak-cetok (on-off maksudnya). Ah sabodo teh teuing. . .

3.

http://home.cogeco.ca/~rpaisley4/x311Thermostat.html

Gambar pertamalah yang dicoba. Relay tetap hidup ketika suhu rendah, dan mati bila suhu melebihi titik yang diinginkan. Juga dihubungkan ke fan. Dua diagram dibawah setelah dites tidak bagus. Biaya idem. Rangkaian ini kebalikannya dari rangkaian yang menggunakan LM741.

4.

Karena ic LP 339 tidak ada maka diganti dengan LM 339.

Bila diinginkan rangkaian ini sebenarnya bisa menjadi empat (4) rangkaian sensor suhu hanya dengan satu IC! Coba saja perhatikan diagramnya.

Relay selalu hidup ketika suhu rendah, dan mati ketika suhu tinggi. Karena relay selalu on maka pada relay disambungkan ke 16 resistornya yang berfungsi sebagai pemanas. Jadi ketika suhu sudah melebihi yang diinginkan maka relay menjadi mati dan pemanasnya juga mati. Bila ternyata 16 resistor masih kurang, boleh ditambah sampai tercapai suhu yang diinginkan. Biaya sekitar 70 ribuan.

5. (25/06/11)

Kalau yang diatas tidak pakai transistor maupun relay, tapi diganti dengan optoisolator (MOC 3021). Ketika suhu normal lampu (L) tetap menyala, tapi ketika suhu meningkat lampu padam. Kelebihan alat ini adalah tidak berisik alias cetak-cetok (suara relay yang on-off). Kekurangannya adalah MOCnya tidak umum jadi jarang tersedia di toko elektronik; dan mudah rusak.

.

Semua rangkaian/skema diatas (LM 741, LM 311,  LM 339) menggunakan arus 12VDC, cocok untuk daerah yang belum dialiri listrik, atau yang dayanya kecil (450w). Cukup dengan accu maka inkubator bisa dijalankan. Namun karena keterbatasan maka disarankan menggunakan minimal 2 buah accu; satu dipakai, yang lain dicharge. Lebih baik lagi bila accunya berkapasitas 40A atau lebih.

Power Supply:

Trafo 1A, bridge rectifier, 2200µf/16v, ic 7812, 100µf/16v. Biaya sekitar 20 ribuan. Output powersupply ini selalu stabil di 12vDC sehingga komponen tidak cepat rusak. Bisa saja menggunakan adaptor yang sudah jadi (lebih murah) tapi umumnya tidak pernah stabil, selalu lebih dari yang dibutuhkan. Misal diset di 12v hasilnya bisa 14v-16v!

Ralat: Trafo sebaiknya yang 0-15v 1A. Ini dikarenakan voltase  listrik bila masuk sore hari (dimana ribuan rumah2 sudah menghidupkan lampu2) hanya sekitar 170-180v (bukan 220vac). Bila menggunakan yang 12v maka outputnya hanya sekitar 10vdc, dan berakibat relay tidak bekerja. Bila yang 15v maka outputnya sekitar 11.6vdc, cukup untuk menghidupkan relaynya.

.

Bagi yang menginginkan alat ini dapat saja saya buatkan, tapi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Belum tahu berapa total biayanya bila ‘terima jadi’ (komponen kontrol+PS+fan+ongkos kirim+ongkos kerja). Maklum, harus kerja ditempat lain. Atau mungkin mau merakit sendiri dengan komponen yang sudah komplit bisa juga (PS+fan termasuk). Pengiriman via kantor pos atau jasa pengiriman lainnya. Mohon sabar.

.

27/12/09

Sudah terkumpul komponen thermostat LM741 untuk 20 unit, tapi tanpa relay. Kalau hanya untuk menghidupkan fan cukup dengan transistor saja. Baru 4 unit yang jadi, semuanya sudah di set pada 37.8°C (100°F). Walaupun demikian tetap harus diset ulang disetiap box yang berbeda demi kepastian. Trimpotnya (VR3 menurut diagram) harus diputar secara perlahan-lahan karena sangat sensitif; kekiri agar kurang dari 37, kekanan agar lebih dari 37. VR1 tidak perlu diubah. VR2 kalau ingin fan lebih  lama nyalanya putar ke kanan.

Thermometer yang dipergunakan:

Yang bulat kecil harganya Rp 55rb di toko teknik yang menjual aneka perkakas/pertukangan. Terpaksa beli karena lebih akurat dan sensitif  (kalau yang kayu Rp 15rb ada di toko buku atau Gramedia. Maaf, tidak ada maksud promosi). Thermometer inilah yang dipakai untuk men-set thermostatnya. Sedangkan thermometer kayu tetap didalam box sebagai pembanding. Thermometer paling kanan (panjangnya hanya 9cm) sebenarnya untuk mengetahui suhu freezer (-30°), tapi ternyata bisa sampai +50° C, jadi bisa dipakai.

(13/10/11)

Thermometer digital ini lumayan mahal padahal ukurannya hanya 5,5X4,5 cm. Menggunakan baterai jam tangan, mungkin sekitar 6 bulanan daya hidupnya, dan bisa dimatikan jika tidak diperlukan. Bisa dalam satuan Celcius maupun Fahrenheit. Karena sensornya ada kabelnya maka bisa ditempatkan diluar inkub.

.

Cara menggunakan:

Tempatkan alat diatas box. Masukkan thermistor kedalam (misalnya dengan dilubangi didekat alatnya) hingga diatas telur. Jangan dekat lampu! Tempatkan fannya diatas atau disamping box, dengan arah angin keluar. Jangan di lubang ventilasi, karena tetap harus bisa buka-tutup (alasannya ada dibawah). Sambungkan power supply 12vdcnya tapi jangan dulu dihidupkan.

Hidupkanlah lampu2 pemanas box selama -/+ 1 jam. Lebih bagus bila dilakukan pada malam hari, karena suhu lebih dingin dibanding siang. Perhatikan suhunya;  atur lubang ventilasi agar suhu stabil (seolah-olah tidak punya alat ini). Memang agak memakan waktu, tetapi percayalah, demi pengawetan alat. Setelah yakin suhu stabil maka barulah dinyalakan alat ini. Bila suhu melebihi settingan maka otomatis akan menghidupkan fannya sehingga udara panas yang berlebih akan tersedot keluar dan suhu kembali normal. Bila alat ini tidak menyala maka suhunya pas atau sedikit dibawah settingannya. Yang penting adalah sewaktu mengatur lubang ventilasi (hal yang prioritas utama untuk dilakukan) suhu terlihat pada 37°-37,8° C (98°-100° F). Lebih bagus lagi jika didalam box ada fan (fan ex power supply PC, lebih besar dari fan ex harddisk diatas) juga, yang berfungsi menyebarkan panas kesekeliling dalam box, sehingga setiap sudut box mendapatkan panas yang sama.

Jika sudah masuk siang, pasti suhu inkub  akan meningkat. Biarkan lubang vent tetap seperti diatas. Sekarang perhatikanlah thermometernya. Bila sudah mencapai 38°C alat masih belum menyala, putarlah VR3 (lih gambar) kekiri, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya fan hidup. Istilahnya diputar sepersekian mili demi sepersekian mili, karena amat sangat sensitif. Jangan diputar mengikuti hawa nafsu, karena tidak akan pas. Lalu biarkan hingga fannya mati sendiri. Perhatikan kembali thermometernya, bila pada suhu yang diinginkan masih juga belum menyala maka putar kembali VR3nya seperti diatas. Demikian diulangi hingga alat benar2 berfungsi sesuai suhu yang diinginkan. Demikian sebaliknya bila fan sudah hidup dibawah/pas  37°; putar VR kekanan perlahan hingga fan mati. Perhatikan kembali suhu; masih juga menyala dibawah suhu yang diinginkan, putar kembali VR kekanan hingga fan mati. Ulangi sampai benar2 pas atau kurang kebihlah. Memang agak repot/mengesalkan, tapi tidak akan sia-sia karena menyangkut nyawa, bukan? Maka sekarang suhu secara otomatis akan stabil (khususnya pada siang hari, ketika ditinggal pergi/kerja) walaupun lubang vent tidak diutak-atik. Namun demikian tetap saja suhu harus selalu diperhatikan sesekali. Namanya buatan manusia, tidak ada yang abadi. Jangan lupa untuk selalu membolak balikan telur minimal 2x/hari selama 18 hari. Juga jangan lupa untuk selalu ada air didalam agar ada kelembaban. Bila tidak ada kelembaban maka kulit telur akan kering dan berakibat janinnya mati.

Dengan mengatur suhu via lubang vent sebelumnya, alat ini tidak akan sering on/off sewaktu suhu meningkat pada siang hari. Berbeda bila lubang vent ditutup/dipakai untuk menempatkan fan, maka alat ini akan bekerja extra berat, karena sering on/off dalam selang waktu yang teramat singkat, sehingga dapat mengurangi daya tahannya alias cepat rusak. Rugi bukan?

.

14/01/10

Pemanas darurat:

Bila susah menggunakan lampu minyak, karena minyak tanah sudah langka, maka terpaksa menggunakan lampu dashboard/panel atau sein motor. Keduanya berkekuatan 12v/5w, seharga Rp 1000 – 2000/bh.

Saya uji di box 25x25x20 cm (PxLxT) memerlukan lampu panel sebanyak 11 buah yang terhubung secara paralel- dipasang sekeliling box- agar suhu tetap di 37° (Paralel= + dg +, – dg -. Kalau seri= + – + -). Karena soket (tempat lampu) lampunya mahal (4500/bh) maka saya sambung dengan disolder menggunakan kawat tembaga. Dengan accu motor 5A (seharga 145rb), hanya bertahan 1 jam saja (5Ax12= 60w. Lampu 11×5= 55w. Maka 60/55=1)! Bila menggunakan accu mobil (40A seharga 450rb) bisa bertahan hingga 8 jam. Semakin besar boxnya semakin banyak lampunya. Diperlukan experimen berapa banyak lampu sesuai dengan box yang anda design. Lampu panel ini beraneka warna, putih, hijau, oranye dan merah.  Ada juga yang berukuran lebih kecil, jangan dipakai karena terlalu mini. Bila menggunakan lampu minyak yang berukuran sedang, bisa tahan lebih dari 5 jam dengan biaya sekitar Rp 5000/½lt (malah kurang dari itu) minyak tanah, dengan asumsi harga minyak tanah 10rb/lt. Mana yang anda pilih, tergantung kebutuhan/kemampuan.

.

Gambar inkub (22/03/10):

Ukuran tidak mutlak, tergantung berapa kapasitas telurnya. Lubang vent (gb.3 warna violet, sebelah atas fan mini) min 5×10 cm.

.

+ relay sambung ke C tr. Karena fungsinya untuk menghidupkan fan maka kaki 2 sambung ke +VDC, dan kaki 1 ke + fan.

.

Alternatif lain pengganti thermistor adalah ic LM35. Ic inipun sebenarnya tidak umum, alias barang langka. Begitu pula dg TL431 (voltage reference). Namun ini sebagai tambahan pengetahuan saja, siapa tahu didaerah anda tersedia komponen2 intinya (LM358, LM35 danTL431).

http://www.escol.com.my/Projects/Project-03%28Thermostat-1%29/Proj-03.html

Kekurangan rangkaian ini adalah sensornya tidak dapat mendeteksi suhu udara.

LM35 dan LM358 dapat diperoleh disini secara online. TL431 saya belum menemukan.

.

(20/06/10) Rangkaian dalam box triplex.

Didalam box ini sudah termasuk rangkaian thermostat- adaptor- fan. Lampu led menyala menandakan alat hidup. Untuk menyetel suhu cukup memutar potensiometer yang ada didepan box. Sudah diset paling rendah 37.3°C, kalau paling tinggi belum diuji, paling2 sekitar 45°C. Fan ditempelkan (dg lem aibon atau disekrup) di inkub, setelah dibuatkan lubang sebesar fannya saja. Posisi fan tidak mutlak diatas, bisa disamping. Foto hanya sbg gambaran sj. Sedang mencari box yang lebih bagus dan ringan.

.

22/07/10

Akhirnya dapat juga box yang sesuai. Led merah sebagai tanda alat hidup, led hijau sebagai tanda suhu diatas setelan dan mulai menghidupkan fannya. Menyetel suhu dilakukan dengan memutar potensiometer. Minifan bisa ditempatkan disamping, diatas, atau dibelakang inkub. Lubang vent wajib ada agar udara didalam box dpt tersedot dg mudah.

(14/09/11) Model thermostat:

 

Alat ini terdiri dari dua bagian: komponen elektronik/thermostat + box, dan bagian power supply.

Komponen jika tidak dimasukkan kedalam box maka ketika pengiriman sering rusak tertindih.

Dimensi: P: 12cm, L: 9cm, T: 6cm. Berat totalnya hanya 800 gr.

Harga lihat disini:

Thermostat ini tidak lagi menggunakan fanmini untuk membuang kelebihan panas inkub tetapi dihubungkan ke lampu/heater inkubnya. Dengan mematikan lampu/heater ketika suhu melebihi dari settingan maka secara alami akan mengurangi panas yang dihasilkan lampu/heaternya.

Minifan, thermometer, dan tentu saja ongkos kirim tidak termasuk.

Pengiriman via Tiki/JNE atau jasa pengiriman lainnya, tergantung kota dengan  kodeposnya.

.

Beberapa skenario Rangkaian LM741 lihat disini.

Sumber listrik terminal memang sengaja terpisah dari alat-sensor, untuk mencegah kerusakan pada alat-sensor jika terjadi hubungan pendek pada terminal. Terminal ini dapat langsung terhubung ke lampu2 inkub dan langsung hidup jika sumber listrik terminal ini terhubung ke PLN/baterai tanpa alat-sensor terhubung ke PLN. Mengapa demikian? Karena berfungsi sebagai saklar: tetap ON ketika suhu normal, dan OFF jika suhu meningkat. Kekuatan terminal ini 2A, atau setara 500w. Biasakan menggunakan sekring (fuse) agar terminal aman dari kerusakan.

.

(16/11/10) Dimmer:

Bermanfaat untuk mengatur panas lampu (terang ke redup) sesuai keinginan sehingga tidak perlu repot dengan kombinasi. Cukup satu lampu- misal 100w- dengan memutar potensiometer untuk menjadikannya 40w-60w. Gambar rangkaiannya lihat disini.

.

Untuk info lebih lanjut rangkaian diatas kirim email ke: onthet@gmail.com

Atau sms ke 0857 1455 1167.

.

Rancangan inkubator  dan lainnya silakan unduh disini .

.

58 Comments »

  1. Untuk rangkaian yg no.1 pake tegangan berapa mas ??? :)

    @
    umumnya 9-15 vdc.

    Comment by Darwin — 12/09/2014 @ 15:04

  2. gan mau tanya harga termostat di gital buatan anda harga nya berapa yaaa….? mau pesan kl tdk mahal hrgae

    @
    180rb.

    Comment by yanto — 07/07/2014 @ 14:15

  3. Gan, mohon info harga jika mau pesan.
    Terima kasih

    @
    Lihat About, sms saja.

    Comment by Sijago — 02/06/2014 @ 21:51

  4. pak imfomasi dikit
    untuk ic tl431 tu ada di matherboar komputer pentium 3 lama …

    Hrs cr dl, beli, baru dicopot dg solder??? Mana tahaaaan….

    Comment by roben — 01/04/2014 @ 10:40

  5. pak komponennya itu kalau sudah dirakit berapa ya pak harganya…mohon dibalas ke email saya..

    Comment by suyadi — 18/11/2013 @ 13:32

  6. Apakah ini su dah maxsimal broo….da berhasil mesin penetasannya????

    Comment by B'ng joh — 17/11/2013 @ 15:59

  7. jazakalloh khoir mas taufik,,,,,

    Comment by ray — 26/09/2013 @ 21:57

  8. bos buatin jalur pcb nya..

    Comment by bagus — 10/05/2013 @ 23:44

  9. dari pada ribet-2 kalau yang mau murah meriah, lebih bagus kita atur saja panas cahaya lampunya dengan memakai Diac dan potensiometer untuk menerangkan dan meredupkan cahaya lampunya disesuaikan dari berapa suhu panas yang kita inginkan dalam ruangan

    Anda lucu juga ya?! Sdh cb sendiri hal tsb diatas? Tahu pasti kl dg dimmer suhu akan konstan? Anda tinggal dimana? Daerah anda antara siang dg malam sama sj suhunya? Kl tahu suhu selalu berubah-ubah -drpd ribet2 buat dimmer- knp tdk pakai saklar sj? Lalu apakah suhu dg demikian tetap konstan? Apa nama alat yg dpt mengatur suhu? Diac+potensiometer?

    Comment by syamsul — 29/11/2012 @ 18:49

  10. Harga thermometer digital berapa dan di daerah bekasi yang jual di daerah mana ?
    thanks

    Comment by Riaunaldi — 28/11/2012 @ 09:34

  11. Sorry gan… Mau nanya beli termistor 10K dimana ya? ane bisa pesen gak skalian kirim komponen nya?

    Googling.
    Sedang sibuk jd blm stok komponen. Maaf.

    Comment by terorizer — 08/11/2012 @ 22:36

  12. oiya Pak mau tanya lagi. yang paling efektif rangkaian yang nomer berapa Pak?dan yang Bapak maksud kalo ada yag mau pesan minta dibikinkan itu rangkaian yg nmr berapa?
    trimakasih

    Rangkaian yg paling saya sukai adalah yg LM741.
    Bisa saja saya buatkan, tapi tidak lagi menggunakan fan untuk membuang panasnya melainkan langsung dihub ke lampu via relay. jadi bila suhu meningkat maka otomatis akan memadamkan lampu tsb, akibatnya pasti suhu akan turun. Jika sdh kembali normal maka lampu akan hidup kembali.
    Untuk sementara sedang kehabisan NTC jd blm bs menerima pesanan. Mohon maaf.

    Comment by Indung — 24/10/2012 @ 14:49

  13. Pak maaf kalo boleh tanya, sebenarnya fan diletakkan dimana?soalnya menurut artikel diatas ada statement “Tempatkan fannya diatas atau disamping box, dengan arah angin keluar. Jangan di lubang ventilasi, karena tetap harus bisa buka-tutup (alasannya ada dibawah)”
    kalau tidak boleh diletakkan di ventilasi tapi disarankan diatas atau disamping box dengan arah angin keluar.Apakah kita buat lubang selain ventilasi khusus untuk kipas mengeluarkan angin?
    trimakasih

    Jika yg anda maksud fan alat sensor tsb, maka bukankah tujuannya untuk membuang kelebihan panas?
    Kalau diatas mk arah anginnya keatas; kalau disamping mk arah angin kesisi ybs.
    Pertanyaannya adalah seberapa yakinkah anda pd panas lampu2 tsb bs pas suhunya? Itulah gunanya ventilasi, agar bs disesuaikan tanpa ada bantuan dr sensor jk alat tsb mengalami gangguan atau keseringan on-off akibat panas berlebih. Jk anda merasa tdk perlu ada vent, silakan sj ditempatkan dimana saja.

    Comment by Indung HW — 23/10/2012 @ 21:41

  14. kang tony minta alamat lengkapnya boleh?? saya tinggal di cisauk-serpong kl sempat saya mau maen kerumah kang tony.trima kasih

    Gadog bgr. Lih hal About.

    Comment by godegstone — 26/09/2012 @ 06:43

  15. Ass. Pak Tony…..

    Pak saya sudah kirim E-mail barusan…..mohon jawabannya…..
    satu hal lagi…..kalau alat penetas saya di kirim ke tempat Bapak untuk di pasangkan alat 3in1 berikut dengan Instalasi dari Besi yang terhubung dengan motornya bisa Gak Pak….??????? Trims.

    Comment by Anwar — 20/09/2012 @ 00:08

  16. mini fun untuk sirkulasi udara di dlm aja apa untuk menukar angin yg di dlm/kl untuk menukar angin di dlm artinya box ada celahnya,sbb sy pernah bc di artikel yg lain box jgn sampai ada celahnya jd mn yg benar?

    Baca yg hlmn penetas sederhana scr cermat tidak (trmsk komentar2 yg ada)?

    Comment by pencari ridho alloh — 29/07/2012 @ 09:31

  17. Ass pak Taufk, saya ingin membeli alat sensor thermostat LM311 berapa pak harga + ongkos krm ke balikpapan, mhn infonya pak ke hp saya sj biar cepat. 085247557349

    Yg LM311 kurang bagus, lbh baik yg LM741.

    Comment by nurman — 08/06/2012 @ 15:23

  18. Thanks.Rangkaian penetasan sederhana sy sdh buat dan sementara sy praktekan dgn 40 butir telur,semoga berhasil pak.Rangkaian otomatis klu sy pesan brapa + ongkos kirim ke timika lewat kantor pos ?

    Rangkaian otmts 170rb, ongkir blm tahu, kemungkinan 90rb atau lebih krn trgntg kodepos. Pernah kirim ke Mimika via Jne sebesar 99rb selama seminggu br tiba disana!

    Comment by djeveri — 30/04/2012 @ 15:37

  19. Trims Brow….

    Comment by maly — 24/04/2012 @ 00:32

  20. ass… mu allaikum….wr wbr…
    saya pemula dlm hal mesin penetas
    saya tertarik dengan skema anda bisa minta no telp nya ga…….. thanks..

    Paling bawah bukankah ada?

    Comment by karmu — 03/04/2012 @ 00:06

  21. Ass…
    mas,alat THERMOSTAT LM741,yg psn dlu br sy mau pake,tp sy k’sulitan cara pemasangn kabel lampu/heater&kabel Dari PLN masuk ke TERMINAL,(-)&(+)masuk kmn..?mslh y d gambar g’ sama,ada 3 kabel yg keluar dr alat 2 hijau 1 coklat ke terminal..mohon penjelasan y mas,mslhya sy orng awam dlm elekronik..mksh.

    Maaf baru jwb.
    Diterminal ada 4 lubang (abaikan warna kabel): dua ada kabel yg sama (sebut sj L1 dan L2), satu ada kabel diatasnya (sebut saja AC1), dan satu lagi kosong atas-bwh(sebut saja AC2). Salah satu kabel lampu (atau gabungan bbrp lampu) ke L1 atau L2 (pilih salah satu krn keduanya sama fungsi), sisa kbl lampu dibgn atas yg kosong (AC2). PLN di AC1 dan AC2. Jadi kabel lampu ada diatas sedangkan kabel ke PLN dibagian bawahnya.
    Jika msh bingung silakan sms sj.

    Comment by Ridwan — 25/03/2012 @ 20:45

  22. kalau cuma LM339 dan TL431 buanyaak boss….
    di power supply switching komputer (yg udah rusak), diambil aja gratiss….
    asal kenal sama bengkelnya.

    Hanya utk 2 komponen (yg hrg brnya 2rban dan 1500an) itu hrs bongkar bangker pwrsppl????? Apa iya dijamin msh berfungsi? Bgmn kl bengkelnya tdk diketahui, apa hrs tanya sana sini demi 2 komponen tsb diatas? Padahal ada alternatif diagram yg lain dg komponen yg mudah didapat disatu toko komponen elektronik.
    Memang bangsa ini selalu saja yg mudah dipersulit. . . .

    Comment by Ngadimen — 25/03/2012 @ 19:33

  23. Ass…
    mas klau psn komplit tngal psng brapa,
    d kirim k semarang.
    thanks

    SMS saja.

    Comment by budhyono — 02/03/2012 @ 23:14

  24. mas kalau mau beli langsung mesin tersebut ada gak di surabaya,,,,???

    Tidak tahu yang membuat mesin (mesin apa sih maksudnya??) di Sby. Maksudnya alat sensor suhu atau komplit dg inkubatornya? Googling sajalah. Saya hanya membuat alat sensor suhu, itupun berdasarkan pesanan bukan massal.

    Comment by JAMAli — 27/02/2012 @ 08:19

  25. artikel tentang Penetas Telur otomatis nya sangat menarik sekali mas. trim

    Comment by Penetas Telur — 24/02/2012 @ 19:10

  26. Ass.mas harga y brapa,k cikarang?sy tertarix nich..

    sms saja ke 0857 1455 1167 spy cepat.

    Comment by Ridwan — 29/01/2012 @ 23:10

  27. mas q mo coba bikin tp kesulitan nyari termistornya,bisa g ya klo pesan termistornya sama mas?

    Bisa tapi hargnya mahal, Rp 26rb untuk thermistor 20k.

    Comment by surahmat — 24/01/2012 @ 10:25

  28. mas, harganya berapa? sudah termasuk ongkos kirim ke tangerang. tks.

    email sent.

    Comment by gunawan suparno — 17/01/2012 @ 09:32

  29. Harga berapa +ongkir ke ciamis tolong ke email terimakasih

    email sent.

    Comment by Pengeen coba — 16/01/2012 @ 22:28

  30. tl431 itu fungsinya buat apa ya

    Voltreference. Lebih baik cari yg agak mudah diagramnya, misal dg lm741.

    Comment by okysadam — 07/12/2011 @ 22:39

  31. nyari NTCnya susah banget ya….

    menurut beberapa info, bisa pakai diode 4148 dipararel beberapa buah sebagai pengganti NTC. Memang tidaklah seakurat NTC tapi lumayanlah sekadar menghilangkan kepenasaran.

    Comment by dony — 03/12/2011 @ 21:08

  32. Gan..berapa harganya + ongkir ke lampung…?

    Lihat email anda.

    Comment by sobar — 26/11/2011 @ 10:42

  33. Ass. Mas, boleh minta no tlpnnya nggak , saya sangat tertarik dengan artikel mas ini, saya berdomisili di Bangka belitung,dan saya pemula yang baru mau mulai ternak kecil-kecilan

    Didepan mata tdk terbaca no hpnya? Sungguh terlalu. . . .

    Comment by Prima — 08/11/2011 @ 00:01

  34. mas saya pernah lihat skema yang tanpa trapo dan tidak pakai optosilator,tapi dari output lm 741 ditahan ama resistor dan dioda langsung ketriak apa sama pungsinya sama rangkaian mas? apa lm741 akan bekerja dengan baik pakai arus 35ma?

    Comment by muhamad nur hamzah — 07/11/2011 @ 12:59

  35. skemanya ok bgt…..thank’s alot

    Comment by kokok purwoko — 03/11/2011 @ 23:52

  36. pak bos, pesen rangkaian sensor’y kirim ke purwokerto brp duit ya..??

    Lihat email anda.

    Comment by satria — 01/11/2011 @ 10:36

  37. Mas kalo saya mau beli alatnya pokoknya tinggal pake aja , untuk inkub nanti saya bikin sendiri berapa harganya, saya di Jakarta…….

    PM sent.

    Comment by Rudi — 26/10/2011 @ 11:11

  38. Pak Tony…klu kita mau pesan alatnya (PS+Fan+ongkos kirim) kira-kira berapa harga, nanti saya yang rakit sendir soalya dtempat saya susah mencari bahan/alatya…saya tunggu jawabannya.

    Tgl 12/10/11 sdh saya kirim ke email anda, jk memang email anda valid. Saya kirim lagi email barusan. Kalau mau cepat gunakan sms.

    Comment by sashuke sakura — 20/10/2011 @ 14:23

  39. sensor yg saya pergunakan Ntc 50k,malah kalau pakai dioda terlalu sensitip,bentar hidup bentar mati terus begitu,yg ntc saya pakai draiver irf 630.sehubungan barang2 yg saya rakit hasil nyabutin dirongsokan.jadi kebetulan ada komponen itu ya dipergunakan,sekarang mas udah beres tanpa ada getaran tapi ngambil posisi input ->+ kalau kemaren +>- baik pakai draiver atau engga sama engga ada keluhan,mungkin kalau pakai draiver kayaknya lebih kuat ngangkat rilai.itu merupaka pengalaman saya,dan saya ucapkan terimakasih atas penjelasannya sehubungan saya kurang begitu paham masalah elektronik,

    Sepertinya anda memakai rangkaian yg no 1 ya? Driver mosfet itu sbnrnya sdh ckp kuat untuk menghidupkan relay. Kenapa harus via relay kalau bisa lgsg ke fan? Tdk heran relay bergetar krn output mosfet naik sedikit demi sedikit seiring panas yg diditeksi. Jika ntcnya 50k maka trimpot/potensio 20-50 k.

    Comment by Muhamad Nurhamzah — 20/10/2011 @ 13:02

  40. mas untuk ngakalin rilay pas on langsung hidup bagai mana,sehubungan kalau rangkaian yg saya buat ketika suhu udah naik rilai tidak langsung didup,kaya putusnyambung bergetar,sehingga rilai cepat rusak.apa out put dari ic lm741 harus pakai bayes,atau penguatan sebuah transistor,berapa volt perbedaan input,seharusnya,

    Lho kan didiagramnya pakai transistor type npn (sc557)? Sensornya dioda 4148 ya? Sensitifkah?

    Comment by Muhamad Nurhamzah — 19/10/2011 @ 09:39

  41. Mohon Maaf bisa tidak pesan alat sensornya untuk penetas telur yang tinggal pakai berapa harganya
    Sutrisno Sumadi tisnaainy@gmail.com 081253869905

    Comment by trisnasmpn32isno sumadi — 17/10/2011 @ 09:01

  42. mau beli sensornya yang tinggal pasang berapa harganya, mksh

    168k. SMS utk cepat tanggap.

    Comment by trisnasmpn32isno sumadi — 17/10/2011 @ 08:58

  43. Asslm…Wr.Wb…Pak kenalkan nama saya Agus domisili di Kal-Tim, yang saya mau tanyakan klu misalkan kita pesan alat ini kira2 berapa hargaya…, dan apakah alat ini bisa langsung dipasang…terima kasih…saya tunggu jawabannya…

    PM sent.

    Comment by sashuke sakura — 12/10/2011 @ 10:03

  44. makasih pak, saya akan mencoba…
    mudah-mudahan kita sama-sama sukses

    Comment by rahman — 04/10/2011 @ 20:10

  45. mas tony.., bisa ga beli rangkaian elektriknya untuk 300-400 telur, kira2 brp duit? klo utk kotaknya biar dibikin sendiri aja.

    PM sent.
    Alat sensor ini tdk tergantung pd banyaknya telur tetapi tergantung pada suhu. Blm diketahui jk susunan telurnya bertingkat, krn sensor hny mendetek pd posisi dmn dia ditempatkan; apakah pd rak paling atas, ditengah, atau dibawah. Jd hrs bs mengatur suhu merata pd tiap rak. Kl susunan telur merata mk tdk soal.

    Comment by andi — 01/10/2011 @ 11:34

  46. kalau ic tl 431 udahada tinggal ic lm 35.kalau krng sensitip mungkin kaya transistor 2N kurang,sensitip,terimakasih atas imfonya?

    Comment by Muhamad Nurhamzah — 26/09/2011 @ 12:50

  47. mas kalau pesan lm 35 berapa?dan harus berapa minimal,untuk pembanding antara ntc,dioda dan ic lm 35.sehubungan ditempat saya sulit cari ic nya,kalau ntc ama dioda udah ada jadi saya penasaran ingin coba sensor pakai ic lm35,34,33……

    Beli lgsg sj icnya, sdh ada koq linknya. Lihat dibawah diagramnya. Paling tl431 yg susah (pdhl cm seribu rupiah!), tapi siapa tahu? Soalnya sy tdk stok, krn tdk sensitif (hrs ditempel pd metal).

    Comment by Muhamad Nurhamzah — 24/09/2011 @ 16:41

  48. Bismillah
    Pak tony, bila pesan alat sensornya brapa duit?

    Makasih
    pri

    Lihat email anda.

    Comment by pri santoso — 21/09/2011 @ 16:04

  49. terima kasih banyak ,atas smua keteranganya, salam kenal buat PAK TONYTAUFIQ

    Salam kenal kembali. Terima kasih.

    Comment by Arsiyo Ys — 21/09/2011 @ 14:42

  50. artikelnya sangat bagus.. saya tanya untuk rangkaian yang paling mudah (nomor 1).. Kalau misalnya memakai termistor yang 20k, apakah potensioner.nya juga 20k atau tetap 10k ??? Terima kasih

    sesuai ntc

    Comment by Bayu — 17/09/2011 @ 10:21

  51. Waduh saya kurang faham tentang elektronika, kalo di total semuanya jadi berapa tuh?

    PM sent.

    Comment by kamal — 27/08/2011 @ 22:53

  52. ongkos pesen rangkaian sensor brapa ya???? klo dkirim ke sragen

    PM sent

    Comment by gani — 14/08/2011 @ 21:42

  53. hebat bos… bagi2 no ponsel nya dong shariiinnggg…. plz

    Euleuh-euleuh. . . . diakhir artikel kan tercantum? Bisa turun pangkat tuh karena tidak cermat.

    Comment by Kapten Sulino — 31/07/2011 @ 19:45

  54. gan menngenai motornya bisa diperjelas lagi gak?

    Tidak ada tuh penjelasan mengenai motor di halaman ini. Maaf.

    Comment by pan — 29/07/2011 @ 22:30

  55. kalo mau beli atau pesan di jakarta di mana ya…????

    Alat sensornya bisa saya buatkan, kalau komplit dg inkubnya saya tidak tahu. Lebih baik inkub buat sendiri saja, lebih murah. Bukankah cara buatnya sudah saya kasih linknya di paling akhir artikel?

    Comment by Syahrul Effendi Begenk — 27/07/2011 @ 10:19

  56. Ane mo coba gan……terimakasih sebelum nya……ne baru blog….skalilagi thank U gan

    Comment by Didiet — 26/06/2011 @ 23:12

  57. keren juga nih, lebih keren lagi kalo penjelasan nya lebih detail….

    Comment by dedibondan — 12/06/2011 @ 14:59

  58. udah di uji coba mazzzzz

    Diuji coba oleh siapa?

    Comment by agus — 30/05/2011 @ 17:49


RSS feed for comments on this post.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers

%d bloggers like this: