Tonytaufik Punya Kreasi

Penetas Telur Sederhana

.

.

Penetas telur ini pernah saya buat sekitar 18 tahun yg lalu. Dengan modal sepasang ayam kampung (1 jago dan 1 betina), dalam jangka waktu 2 bulan jumlah ayam menjadi 40 ekor. Jumlah akan semakin berlipat bila anak ayam betina sudah dapat bertelur juga (usia 6-7 bln). Bisa dibayangkan, dalam jangka waktu 6 bulan jumlahnya bisa menjadi ratusan (dengan asumsi menghasilkan minimal 20 telur/ bulan). Rata2 ayam kampung menghasilkan 8-14 butir per musim bertelur.

Triknya adalah telur2nya kita tetaskan sendiri, sehingga sang induk, setelah istirahat seminggu, kita kawinkan kembali, akan bertelur lagi. Sedikit banyaknya ayam yg dihasilkan tergantung dari jumlah telur yg dihasilkan sang induk.

Harus diingat bahwa telur yang tidak dibuahi oleh sang jago tidak akan menghasilkan apa2. Walaupun betinanya adalah petelur, tapi bertelurnya karena hasil rangsangan makanannya. Entah kalau anda adalah ahli rekayasa genetik, itu lain soal.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah ketekunan dan keikhlasan anda membolak balikkan telur 4, 6, atau 8 jam sekali selama 21 hari. Bila tidak sanggup, lebih baik jangan dilakukan.


Bahan inkubator:

- Triplex 6mm uk P: 40 cm L:30 T: 35 cm (ukuran tidak mutlak, atau menurut selera).

- Fitting lampu, bohlam 40w [atau menggunakan beberapa untai lampu natal (20 lampu di seri/untai, karena bohlammya 12v)]. Yang penting dapat memanaskan box hingga 37°C .

- Elektrik minifan ex komputer, trafo 9-12vct 0.5A, 2 bh diode in4001. Gunanya untuk meratakan sirkulasi panas didalam box. Bila dg 12v terlalu kencang, pakailah yg 9v.

- Busa/spon, atau bahan yg mencegah panas keluar dari box

- Termometer ruangan. Harganya sekitar Rp 15.000 an (dahulu, entah sekarang)

- Sterofoam (tempat telur) tebal 10mm. Lubangi ¼ dari diameter telur, yang penting telur dpt berdiri tegak. Banyaknya lubang terserah anda, tapi minimal tersedia 15 lubang.

- wadah air. Bisa kaleng atau ex botol plastik air mineral atau mangkuk kecil. Agar udara selalu lembab.

- Solder (untuk membentuk lubang tempat telur berdiri). Atau kalau rajin boleh pakai cutter.

- Lem aibon. Gunanya untuk merekatkan busa/spon kedinding dalam box.

- Bila mulai bertelur, jangan diambil dulu. Biarkan sampai si betina terbiasa dengan tempat eramannya. Setelah terdapat beberapa telur ambillah, tapi sisakan satu atau dua butir, agar si betina tidak bingung. Khusus untuk betina yang baru pertama kali bertelur, telur perdananya (disebut juga sebagai telur ayam dara, cirinya masih terdapat darah) lebih baik untuk dikonsumsi saja (atau dijual lebih mahal dari yang lain, karena (katanya) banyak khasiatnya. Entah untuk panglaris, tolak bala, atau pengobatan). Bila sudah tidak lagi bertelur barulah ambil semuanya.

- Sebelum telur dimasukkan kedalam inkubator bersihkan terlebih dahulu dari kotoran2 dengan menggunakan lap yang dibasahi air hangat.

- Pastikan suhu inkubator stabil pada 36°-38°C (usahakan di 37°) berapapun banyaknya telur yang ada. Jika lebih maka bukalah (dengan menggeser) ventilasi yang ada diatas box sampai suhu kembali stabil.

- Balikkan telur 180 derajat setiap 6 atau 8 atau 12 jam sekali. Lakukan hingga mendekati menetas (antara 19 s/d 21 hari).

- Air yang ada didalam fungsinya untuk melembabkan. Pastikan selalu terisi.

- Cek kondisi telur dengan meneropongnya diatas lampu senter/bohlam 5w. Bila sampai 7 hari telur tidak ada titik hitam yang bergerak, maka telur ini gagal. Singkirkan saja. Titik hitam ini adalah embrionya. Makin lama makin membesar, bergerak kesana kemari. Bila anda tertarik dengan apa yang terjadi pada proses sebuah kelahiran, maka ini adalah cara mudah untuk mengetahui tahapan2 bagaimana sebuah makhluk tercipta. Luar biasa!! Oleh sebab itu ingatlah selalu asal manusia itu darimana (dari setetes air, lalu menjadi segumpal darah, lalu tumbuh tulang belulang, hingga akhirnya menjadi sempurna). Jangan mentang2 sudah berhasil/sukses/berkuasa lalu menjadi lupa diri.

- Bila ada yang menetas, pindahkan ke kandang yang terpisah, agar telur yang ada tidak menjadi mainannya (alias dipatuki). Adakalanya anak ayam kesulitan memecahkan kulit telurnya (mungkin sungsang kalau diibaratkan manusia), maka tugas andalah membantu memecahkan cangkangnya sedikit demi sedikit (jangan sekaligus supaya anak ayam tidak shock).

-Anak ayam yang sudah menetas dan terpisah dikandang tersendiri secara naluri akan berperilaku seperti ayam pada umumnya, yaitu mematuk-matuk. Maka sediakanlah makanannya; bisa diwadah atau disebar disekitarnya. Jangan lupa juga untuk disediakan wadah air minum. Pada saat ini adalah baik bila dibuatkan kandang khusus anak ayam.

- Bila PLN mati, maka gunakanlah lampu minyak (lampu teplok), tempatkan sedemikian rupa sehingga panasnya (bukan asapnya!) dapat mengalir kedalam box.

. 

Bahan Membuat Kandang Ayam Dewasa:

Beberapa batang kayu reng 3×4.

Beberapa batang bambu, dibelah menjadi beberapa bilah (minimal 8 bilah).

Paku.

.

Rangka dibuat dari kayu reng. Ukuran kandangnya relatif, tetapi biasanya disesuaikan dengan besar dan tinggi sang jago, juga keleluasaan sewaktu sang jago berusaha mengawini sang betina (misal P:60 L:50 T:50). Sedangkan dinding dan lantainya merupakan belahan dari batang bambu. Untuk dinding (kiri-kanan-belakang) dan lantai jarak antar bambu kira2 seukuran ibujari. Sedangkan dinding depan seukuran tiga jari atau kepala sang jago dapat keluar bebas. Wadah makanan sebaiknya taruh diluar, agar tidak dapat dikais-kais. Lantai dapat dibuat rata atau landai kedepan.


Ruang khusus bertelur.

Pintu masuk untuk bertelur usahakan hanya muat untuk si betina keluar masuk saja. Tempat bertelurnya bisa rata atau lebih tinggi dari lantai. Lapisi bagian bawah ruang bersalin telurnya dengan jerami atau tumpukan koran bekas atau sobekan2 kain. Tutup tempat bertelur dari penglihatan si jago. Anda bisa pula mengintip bagaimana proses keluarnya telur dari dalam tubuh si betina. Sama seperti proses keluarnya anak manusia dari ibunya. Saya sebagai laki2 tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya. Pasti sakit luar biasa dan amat sangat melelahkan! Oleh sebab itu hargailah, hormatilah dan lindungilah kaum hawa, karena dari merekalah umat manusia terlahir. Tidak akan ada Nabi, atau Raja, atau Presiden, atau Ulama, atau para cerdik pandai, bila tidak ada wanita.

Untuk atap bisa menggunakan seng atau terpal plastik.

Bersihkan kandang tiap pagi dan sore dari kotoran2nya dengan semprotan air. Bila anda mempunyai kolam ikan, maka tempatkan kandang diatasnya. Kotoran ayam bisa menjadi pakan ikan. Kalau tidak ada maka tempatkan kandang diatas saluran air/got yang mengalir. Sebab kalau tidak mengalir maka akan timbul bau, akibatnya tetangga pasti banyak yang protes. Belum lagi penyakit yang lainnya. Kalau tidak, bisa juga kotoran ayam dimasukkan/dialirkan kedalam septic tank.


Kandang Bayi


Ukuran kandang tidak mutlak. Semakin banyak bayi ayam tentunya semakin besar kandangnya. Beri lampu pijar didalam 10-15W. Bila terlalu besar wattnya dikhawatirkan bayi terlalu kepanasan. Lubang didepan berukuran 2cm diselingi 1cm; asalkan hanya kepala si bayi saja yang dapat keluar sudah cukup.


Foto Inkubator: (update 26-7-09)

Foto-foto diatas belum dicoba untuk menetaskan, karena baru dibuat.  Bila induk sudah bisa dipisahkan dari anaknya (yang semata wayang) dan bersedia dikawinkan kembali, paling tidak baru satu bulan lagi dapat dipost. Harap maklum dan mohon sabar.

- Ukuran juga tidak mutlak. Patokannya adalah tinggi lampu+fitting+5 cm+tinggi telur: untuk bagian telur. Untuk bagian wadah air sekitar 7-10 cm juga cukup, dan tidak harus berada dibawah telur. Bisa saja ditaruh dibagian samping telur.

- Lampu dipakai dua buah tujuannya sekadar untuk memudahkan mengatur suhu; misalnya kombinasi 25w-25w, atau 25w-15w, atau 40w-15w, dst. Saklar untuk menghidupkan/mematikan salah satu lampu bila suhu meningkat. Bila tidak menginginkan memakai lampu minyak (sebagai backup bila PLN padam) bisa saja bagian itu dihilangkan. Atau dipakai sebagai tambahan wadah telur.

- Pintu2 diberi kaca/mika agar mudah melihat apa yang terjadi didalam. Bila tidak ada kaca/mika boleh saja memakai plastik yang agak tebal.

- Sebagai pengganti engsel pintu dipergunakan potongan ban bekas (biasanya juga ada di toko material, +/- Rp 2.000,-. Murah meriah dibandingkan engsel yang Rp 15rb).

- Lubang corong lampu minyak, bila tidak dipakai, tutup saja agar panas tidak keluar. Atau disekat dibagian dalam, yang bisa dilepas tentunya, bila lampu minyak akan dipergunakan. Lampu minyak pergunakan yang berukuran sedang (karena di pasar ada 3 ukuran).

- Termometer bisa digeletakan atau digantung, terserah anda. Yang penting mudah dilihat dan dipantau.

Selamat berkreasi.

.

(Update 21/08/09) hari ke 1:

Inkub ini tanpa tempat untuk menaruh lampu minyak. Telur yang dapat dimasukkan hingga 40 butir. Jarak ujung lampu dengan ujung telur sekitar 10 cm, agar telur yang berada tepat dibawah lampu tidak mendapatkan panas yang berlebih. Lampu ada 3 buah; tengah 25w,  samping 15w dan 10w. Semua lampu dicat warna coklat supaya tidak terlalu terang. Maklum mata seusia saya tidaklah sesehat sewaktu muda. Fan ditempatkan ditengah. Bila malam, apalagi hujan, maka digunakan kombinasi 25w+15w, ventilasi terbuka 1/4. Bila siang dengan kombinasi 25w+10w,  ventilasi dibuka penuh. Ukuran lubang vent 5X8 cm, lebih besar lebih baik. Bila ventilasi sudah terbuka penuh suhu masih belum juga turun maka mau tidak mau pintu depan dibuka. Seberapa lebar dibukanya tidak dapat ditentukan, tergantung suhu tempat tinggal/daerah tsb. Tetap harus berexperimen untuk mendapatkan suhu yang tetap/konstan.

<(18/12/10). Dengan dimensi box diatas ternyata cukup menggunakan 3 buah lampu 5W, dengan suhu 37,8° C. Jadi tidak perlu lagi kombinasi dengan watt yang lain>

Sebenarnya anak yang semata wayang si betina masih kecil, 1,5 bulan. Mungkin karena salah membeli pakannya, si betina tiba-tiba ingin bertelur (bisa diketahui bila dia gelisah, ber koook kok kok kok kok berkepanjangan -bukan berkokok seperti jago- itulah tanda si betina mau bertelur. Karena tempat ‘bersalinnya’ ada di kandang jago maka terpaksa dipindahkan. Dan akhirnya keterusan! Sampai dengan hari ini baru bertelur 5 butir; yang pertama sebenarnya tidak dibuahi tapi tetap saja saya masukkan, yang lainnya hasil perkawinan. Informasi lebih lanjut menyusul.

(28/08/09) hari ke 7:

Telur yang tidak dibuahi tidak terdapat tanda2 kehidupan akhirnya dibuang. Sedangkan yang lainnya (dari 11, 4 butir pertama) sudah ada bintik hitam yang bergerak-gerak. Semakin lama semakin besar dan mulai tampak urat2 disekeliling cangkang. Air ditambah setiap 2-3 hari sekali.

(2/09/09) hari ke 12:

Kemarin sempat mati lampu dari malam hingga tadi subuh, akibatnya telur tidak sempat dibalik. Dan karena boxnya tidak dirancang untuk menggunakan lampu teplok maka selama 8 jam suhu drop ke 30°C.  Dari pagi hingga sore telur2 tidak saya teropong, tunggu hingga malam agar lebih jelas. Dan, syukur alhamdulillah, dari 16 telur, 12 telur masih hidup, sisanya belum kelihatan bintik hitamnya karena belum mencapai 6 hari. Tiap telur ditandai berdasarkan tanggal, cukup dengan pinsil saja. Telur2 yang sudah 12 hari bintik hitamnya sudah 1/2 menutupi cangkang, jadi agak sukar menentukan apakah hidup atau mati kalau tidak diamati dengan seksama.

(4/09/09) hari ke 14:

Sampai hari ini jumlah telur sudah 18 butir; 16 di inkub, 2 masih di kandang jaga2 siapa tahu betinanya sudah mau mengeram. Ternyata belum. Sungguh, ini dari satu induk!

(8/09/09) hari ke 18:

Alhamdulillah, akhirnya si betina mulai mengeram juga setelah bertelur dengan total 22 butir. Yang pertama disingkirkan karena tidak dibuahi, yang 19 di inkub, dan yang 2 didalam kandang.

Sengaja disisakan agar: pertama mengetahui kapan betina berhenti bertelur/mulai mengeram, dan kedua agar si betina dapat beristirahat. Saya berencana mengistirahatkannya kurang lebih 10-14 hari. Sesudah itu telur2 yang ada akan saya pindahkan kedalam inkub. Dengan demikian diharapkan betina dapat mulai lagi ‘berproduksi’, tentu setelah dimandikan.

Karena sudah masuk hari ke 18, maka 4 telur awal (foto terdepan) sudah tidak lagi di bolak balik. Posisi telur yang agak bulat lonjong diatas (bila diteropong ada putih kosong, itulah yang diatas) . Karena berdasarkan pengalaman, mulai dipatok oleh anak ayam dari dalam disekitar ujung yang lonjong. Mudah2 an dua-tiga hari kedepan sudah mulai menetas. Lampu sudah mulai diganti dengan kombinasi 25+5 untuk siang, dan 25+10 bila malam. Hal ini disebabkan karena telur sudah ada isinya, yang karena hidup pasti mengeluarkan panas.

Mohon maaf atas ketidak jelasan foto2nya, karena saya menggunakan camera Moto E398 (yang diupgrade menjadi Rokr E1) jadul.

Ternyata siang hari, si betina masih bertelur satu, jadi totalnya ada 22 butir. Maka di inkub ada 20 butir, sisanya dikandang untuk dierami. Sungguh saya sangat beruntung mempunyai ayam betina yang ‘subur’. Namun biasanya produksi telur akan menurun seiring bertambahnya usia.

(11/09/09) hari ke 21:

Hari ini sudah 5 ekor yang berhasil menetas, ada satu lagi yang mulai pecah. Sebenarnya kemarin (H 20) ada dua yang mulai pecah, namun proses menetasnya dari pagi hingga sore baru tuntas. Bayangkan saja, makhluk sekecil itu selama berjam-jam mematuki cangkang, dari satu titik hingga sekelilingnya, lalu dengan sekuat tenaga keluar. Makan waktu satu hari! Ada lagi yang dari pagi, baru malamnya keluar. Itupun karena dibantu dipecahkan cangkangnya sedikit demi sedikit oleh ‘bidan’ (yaitu saya sendiri). Yang lama adalah ‘mendobrak’ kulit arinya. Tipis tapi liat! Kalau manusia mungkin disebut plasenta (?). Sungguh sangat melelahkan karena harus bolak balik mengecek sudah sampai dimana pecahnya.

Karena inkub banyak lubangnya, takut kejeblos walaupun sudah dialasi kain, maka begitu sudah keluar langsung dipindahkan ke kandang bayi, yang sebelumnya sudah dialasi lembaran kardus dan kain perca. Lampu memakai 25w. Bila semua telur sudah memetas maka tuntas sudah artikel ini, sebagai bukti bahwa penetas telur ini benar adanya, bukan karangan, atau sekadar hasil adopsi artikel orang lain atau hasil terjemahan.

Selanjutnya akan dibuat halaman baru penetas telur dengan pengatur suhu otomatis. Komponen elektroniknya murah dan mudah, sesuai dengan motto: sederhana yang penting berguna.

Semoga bermanfaat dan selamat berkreasi.

.

(23/09/09)

Semua telur sudah menetas. Dari 22 butir, 4 mengalami cacat kaki. Sedih juga melihatnya. Tapi apa daya, tidak bisa berbuat apa2.

(25/10/09)

Inilah anak2 ayam setelah berumur 1 bulanan. Dari 22 ekor, ada 5 jago. Lumayan. . .

.

14/01/10

Pemanas darurat bila PLN mati:

Bila listrik PLN mati maka gunakanlah lampu teplok/minyak. Bila minyak tanah susah, solar bisa saja dipakai. Atau mungkin minyak goreng bekas? Tapi bila takut kebakaran maka mau tak mau menggunakan lampu dashboard/panel motor, atau lampu sein motor. Keduanya 12v5w. Harganya Rp 1000 – 2000/bh. Accu motor 5A sekitar Rp 150rb, mobil 40A Rp 500rb. Lampu panel ini berukuran kecil, berwarna warni, putih, hijau, oranye dan merah. Ada juga yang paling kecil, tapi jangan dibeli.

saya uji dengan lampu panel, pada box ukuran 25x25x20 cm (PxLxT), diperlukan 11 lampu agar suhu tetap di 37°. Lampu2 tsb disambung secara paralel mengelilingi box. Karena soket lampunya mahal (4rb/bh) terpaksa saya solder dengan kawat tembaga. Maka 11x5w= 55w. Dengan accu 5A (= 60w) hanya sanggup bertahan 1 jam saja. Bila (punya) dengan accu 40A (= 480w) tentu lebih lama, sekitar 8 jam. Hanya, itu tadi, harga accunya! Bila menggunakan lampu minyak bisa bertahan sekitar 5 jam (hanya 0.5 l minyak, seharga 4500). Bila boxnya lebih besar, maka lampunya juga harus lebih banyak. Diperlukan experimen. Mana yang anda pilih, silakan hitung2an.

.

(28/03/10) Powersupply untuk fan:

.

(26/04/10) Inkub kardus: Murah meriah.

Ukuran kardus terserah. Bagian sisi2 (kiri-kanan-blkg) pertebal, bisa dg potongan kardus atau foam/busa.  Bagian bawah bisa dg tumpukan kain2 perca-koran2-foam/busa-potongan kardus. Lubangi sisi kanan-kiri sedikit diatas telur 2-3 lubang sebesar kelingking sebagai lubang udara.  Buat jendela dg ditutup plastik bening- diatas atau didepan- untuk memonitor suhu.

Perhatikan jarak lampu dg telur jgn terlalu dekat, minimal sekitar 10 cm. Kalau bisa tetap pasang fan ex PS komputer dibelakang agar panasnya merata. Bila perlu, buat lubang ventilasi yang bisa buka-tutup agar suhu bisa dikontrol. Jangan pula lupa untuk menyediakan wadah air (potongan botol plastik mineral, dsb) agar telur tidak kering. Wadah air ini tentu saja diisi dengan air biasa, bukan teh atau kopi. He he he. . .  (intermezzo).

Posisi telur tergeletak. Agar mudah dikenali, buat tanda/garis memanjang di ½ bagian telur dg pinsil. Bila posisi telur ingin berdiri, terpaksa pakai foam tebal/triplex dilubangi seperti contoh inkub kayu diatas.

.

Model thermometer lainnya:

.

(16/11/10) Lamp Dimmer.

Alat yang berfungsi mengatur terang redupnya lampu. Berarti sama juga dengan mengatur watt sehingga tidak perlu lagi kombinasi lampu2. Misal lampu 100w ingin dijadikan 40w-60w maka dengan hanya memutar potensiometer dapat dilakukan.

.

(18/12/10) Mengenai lampu sebagai pemanas.

Setelah dilakukan ujicoba ternyata dengan ukuran inkub di (21/08/09) banyaknya lampu pijar cukup 3X5W = 15W untuk mencapai suhu 37.5°C. Ini diuji pada malam hari dimana voltase pada 170-180 volt. Harga lampu 5W @Rp 1.250-1500. Murah meriah!

.

(2/01/11) Contoh inkub dengan lampu minyak.

.

Update (7/7/11)

 

Dimensi P: 60 L: 60 T: 20.   Kayu triplex 8mm.   Kapasitas: 100 butir.

Jumlah lampu 6 buah @5W (hadap bawah. Kalau hadap samping jika putus mendadak suka korslet!) suhu maxnya 41°C (dengan/tanpa fan). Penempatan lampu agak didepan agar panas seimbang. Jika lampu menyebar maka panas didepan lebih rendah daripada dibelakang; depan 35°C belakang 41°C.

Jika hanya 5 buah lampu maka suhu pas pada 37°C. Jika dilapisi bagian dalam inkub pasti lebih baik lagi.

(12/07/11)

Gambar diatas adalah posisi lampu2 yang saya pakai. Semuanya menggunakan lampu 5W (dan tetap harus menggunakan fan agar panas bisa tersebar rata). Salah satunya menggunakan dimmer agar pengaturan suhu menjadi lebih mudah. Dimmer dirakit sendiri; kalau beli jadi voltnya drop bila masuk sore (ketika banyak pemakaian diseluruh kampung) sehingga lampu lebih redup ketimbang siang. Maklumlah, PLN kita super canggih. . . .

.

Untuk pengatur suhu otomatisnya lihat disini atau disini.

.

Tips membuat inkubator:

JIKA SEBUTIR TELUR MEMBUTUHKAN SUHU 37° C AGAR BISA MENETAS, BERAPAKAH SUHUNYA JIKA ADA 500 BUTIR TELUR?

.

Rancangan inkub (hanya garis besarnya) dapat diunduh di sini.

.

Selamat berexperimen.

459 Comments »

  1. manteppp sekali infonya mas bro

    Comment by uqi — 02/08/2014 @ 15:46

  2. mantab mas brooo, salam kenal pecinta ayam kampung bangkok juga ayam kampus

    Comment by dwi — 02/08/2014 @ 15:44

  3. TRIM INFONYA BOS, MOGA BERMANFAAT

    @
    Amin.

    Comment by Kris Valentino — 06/07/2014 @ 05:50

  4. matur suwon mas broo… atas info nya

    Comment by moeslim — 05/07/2014 @ 00:19

  5. di daerah blum ada listrik, mohon solusinya mas

    @
    Mau tak mau pakai lampu minyak. Yg penting ada thermometer, agar bs ukur suhu.

    Comment by fatria — 05/05/2014 @ 10:24

  6. syalom
    mantap, terimakasih buat infonya saudaraku..

    Comment by keplor yehuda — 04/05/2014 @ 21:04

  7. bos knp telor g menetas padahal sdh 21 hari mati di dalam mohon info ny

    Comment by siebungsuakenn — 01/05/2014 @ 18:00

  8. wah luar biasa mas postingannya, semoga ilmunya dilipat gandakan dan tambah manfaat bagi pencari ilmu via internet :)

    Comment by pon — 23/04/2014 @ 16:13

  9. saya baru pertama kalinya membuat inkubator (iseng2), tapi alhamdulillah hasilnya memuaskan

    syukurlah.

    Comment by ryan ferdiansyah — 27/03/2014 @ 02:32


RSS feed for comments on this post.

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Get a free blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers

%d bloggers like this: